Viral Roti O Tolak Pembayaran Tunai, Ini Pelajaran bagi Brand

Viral Roti O tolak pembayaran tunai, manajemen jelaskan alasan cashless dan pentingnya literasi digital bagi pelanggan, terutama lansia.

Marketing.co.id – Berita Marketing | Viral sebuah video di media sosial menyoroti pegawai Roti O yang menolak pembayaran tunai dari seorang nenek di salah satu gerainya. Kejadian tersebut menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen, sekaligus menjadi pelajaran penting bagi brand yang ingin menerapkan sistem pembayaran cashless.

Menanggapi hal ini, manajemen Roti O menjelaskan bahwa seluruh gerai mereka menerapkan sistem pembayaran nontunai untuk mempermudah transaksi serta menawarkan promo dan potongan harga.

Baca Juga: Transaksi Keuangan Nataru 2025 Diproyeksi Tumbuh hingga 50%

Pihak Roti O menyampaikan, “Penggunaan aplikasi dan transaksi non-tunai di outlet kami bertujuan untuk memberikan kemudahan serta memberikan berbagai promo dan potongan harga bagi pelanggan setia kami.”

Manajemen juga mengonfirmasi telah melakukan evaluasi internal agar pelayanan ke depannya lebih baik dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Kami mohon maaf atas kejadian yang beredar dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Saat ini kami sudah melakukan evaluasi internal agar ke depannya tim kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” tulis akun Instagram resmi @rotio.indonesia.

Tantangan Cashless Society di Indonesia

Kejadian ini menyoroti tantangan implementasi cashless society di Indonesia. Meskipun menurut data Bank Indonesia transaksi digital meningkat hingga 32,3% pada 2024, uang tunai masih menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat, terutama lansia yang belum terbiasa dengan pembayaran digital, masyarakat menengah ke bawah yang menganggap uang fisik lebih mudah dikontrol, dan daerah dengan akses internet terbatas.

Menurut survei literasi digital dan keuangan, indeks literasi digital dan keuangan di beberapa wilayah masih rendah. Dikutip dari VOA Indonesia, Ketua YLKI Tulus Abadi menekankan bahwa literasi digital dan keuangan merupakan kunci terciptanya masyarakat nontunai.

Baca Juga: Jangan Antipati! Ketahui Pentingnya Pembayaran Cashless Di Era Digital

Bank Indonesia sendiri telah mendorong digitalisasi pembayaran melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) sejak 2014. Salah satu langkahnya adalah mengenalkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang kini banyak digunakan di berbagai sektor, dari restoran hingga pedagang kaki lima.

Meski penggunaan QRIS sudah luas, edukasi digital dan literasi keuangan masih menjadi kunci agar semua lapisan masyarakat bisa bertransaksi tanpa tunai dengan aman dan nyaman.

Kejadian yang menimpa Roti O menjadi pelajaran penting bagi brand dalam menerapkan kebijakan cashless agar tetap mempertimbangkan kebutuhan pelanggan yang belum siap bertransaksi digital, khususnya kelompok rentan seperti lansia. Dengan demikian, brand tetap bisa mengikuti tren digital tanpa mengorbankan pelayanan pelanggan.

Related posts

METOO Hadirkan Inovasi Pasta Gigi “Daily Care Hero”

Gandeng Teknologi Jepang, Opus Park Perkuat Posisi sebagai Ikon Hunian Premium di Sentul City

Daya Tarik Hangzhou di Mata Wisatawan Indonesia