Foto/Ilustrasi/Pexels.
Strategi omnichannel IKEA Indonesia makin agresif dengan peluncuran toko resmi di Shopee. Simak bagaimana integrasi online–offline mendorong pertumbuhan, efisiensi, dan pengalaman pelanggan.
Marketing.co.id – Berita Marketing | Strategi omnichannel IKEA Indonesia memasuki fase akselerasi baru pada 2025. Peluncuran toko resminya di Shopee menandai langkah strategis dalam memperluas jangkauan digital sekaligus memperkuat integrasi dengan jaringan toko fisik yang sudah ada.
Sebagai bagian dari PT DFI Retail Nusantara Tbk, IKEA Indonesia tidak hanya merespons perubahan perilaku konsumen yang semakin digital-first, tetapi juga membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang berbasis pengalaman pelanggan lintas kanal (seamless customer experience).
Baca Juga: Blibli dan Konsistensi Strategi Omnichannel di Peta Ritel Modern
Peluncuran toko resminya di Shopee pada September 2025, menjadi salah satu tonggak terpenting dalam perjalanan digital IKEA Indonesia. Dengan langkah ini, IKEA Indonesia menjadi salah satu dari hanya dua negara di dunia yang diizinkan beroperasi di lebih dari satu marketplace.
Hasil awal peluncuran ini menunjukkan performa yang melampaui ekspektasi, baik dari sisi kontribusi penjualan maupun akuisisi pelanggan baru. Kehadiran di Shopee memungkinkannya menjangkau jutaan konsumen di berbagai wilayah Indonesia, termasuk area yang belum terjangkau toko fisik.
Baca Juga: Sukses Raih 7 Juta Penonton, Ini Strategi Omnichannel Marketing Jumbo
Integrasi ini juga membantunya meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat loyalitas pelanggan, karena setiap touchpoint saling terhubung dalam satu ekosistem pengalaman.
Selain mendorong pertumbuhan pendapatan, strategi omnichannel juga berkontribusi pada perbaikan profitabilitas IKEA Indonesia. Pada Kuartal III 2025, IKEA berhasil menurunkan tingkat kerugian melalui manajemen biaya yang lebih disiplin dan optimalisasi kanal digital. Marketplace seperti Shopee berperan sebagai kanal dengan biaya akuisisi yang lebih terukur, sekaligus memberikan data insight pelanggan yang bernilai untuk pengambilan keputusan bisnis.
Baca Juga: Omnichannel Marketing, Kunci Gaet Pencari Properti Milenial
Strategi omnichannel IKEA Indonesia tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan IKEA global. Saat ini, produk IKEA Indonesia telah diekspor ke lebih dari 60 negara dengan volume ekspor mencapai dua kali lipat dari impor.
Di tingkat lokal, inisiatif Teras Indonesia menjadi contoh bagaimana omnichannel juga dimanfaatkan untuk mendukung UMKM. Lebih dari 1.000 UMKM telah difasilitasi melalui ruang ritel gratis dan program pengembangan kapasitas, memperkuat positioning IKEA sebagai brand yang relevan secara sosial dan ekonomi.
Baca Juga: Kehadiran Omnichannel Sangat Penting Bagi Peritel Indonesia
Dengan memanfaatkan platform seperti Shopee, memperkuat pengalaman pelanggan, serta mengoptimalkan efisiensi operasional, IKEA Indonesia memosisikan diri bukan hanya sebagai peritel furnitur, tetapi sebagai retailer modern berbasis pengalaman dan teknologi.
Ke depan, omnichannel diproyeksikan menjadi pendorong utama kinerja IKEA Indonesia di 2026 dan seterusnya, seiring dengan meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kenyamanan, kecepatan, dan konsistensi layanan di semua kanal.