Hacker Pakai AI, NTT DATA Luncurkan 6 Markas Cyber Supercanggih

NTT DATA Luncurkan 6 Markas Keamanan Siber Berbasis AI, Percepat Deteksi Ancaman hingga 60%

Marketing.co.id – Berita Digital | NTT DATA resmi meluncurkan enam Cyber Defense Center (CDC) generasi terbaru yang dirancang untuk menghadapi ancaman dunia maya yang kian kompleks. Empat markas pertama beroperasi di Bengaluru, Hyderabad, Noida, dan Mumbai, sementara dua pusat tambahan akan menyusul di Birmingham (Inggris) pada Desember 2025 dan Dallas (AS) pada Januari 2026.

Peluncuran ini menandai langkah strategis NTT DATA dalam memodernisasi keamanan siber dengan pendekatan yang lebih adaptif, terdistribusi, dan digerakkan kecerdasan buatan. Berbeda dari model SOC tradisional, sistem baru ini memanfaatkan Agentic AI untuk SecOps, orkestrasi ancaman berbasis GenAI, serta otomatisasi tingkat lanjut yang diklaim mampu mempercepat investigasi insiden hingga 60% dan mengurangi notifikasi ancaman hingga 90%.

Menurut laporan Omdia, SOC otonom diperkirakan menjadi standar industri dalam dua tahun ke depan. Teknologi ini memungkinkan sistem belajar dari insiden masa lalu serta pemikiran para ahli untuk secara otomatis menyaring, memprioritaskan, dan merespons ancaman.

“Adopsi cloud dan AI yang berkembang pesat menuntut sistem keamanan yang mampu bekerja dalam skala besar dan kecepatan tinggi. Perluasan pusat pertahanan siber ini merupakan langkah penting untuk memenuhi permintaan layanan keamanan berbasis AI dan membantu klien menghadapi ancaman berbasis AI,” ujar Charlie Li, Head of Cloud and Security Services, NTT DATA, Inc.

Baca Juga: NTT DATA Ungkap Tantangan dan Manfaat GenAI di Bidang Kesehatan

Di CDC generasi baru ini, agen AI bekerja secara mandiri untuk menilai dan menganalisis potensi insiden. Dengan otomatisasi tugas-tugas repetitif, analis keamanan dapat berfokus pada pekerjaan seperti forensik digital, mitigasi ancaman, dan proses pemulihan.

Teknologi inti yang mendukung pusat ini meliputi pertahanan siber berbasis agen otonom; orkestrasi ancaman menggunakan GenAI; intelijen ancaman global real-time dengan konteks lokal; portofolio lengkap layanan mulai dari MDR, Incident Response, hingga Cloud & OT Security; identifikasi proaktif ancaman baru beserta rekomendasi mitigasi; efisiensi operasional yang meningkat, termasuk penurunan alert hingga 90%.

Baca Juga: Tantangan dan Peluang Trasformasi Digital Industri Manufaktur

Empat pusat baru di India ini memperluas jaringan keamanan siber global NTT DATA yang telah menjangkau lima benua, didukung lebih dari 40 pusat layanan dan SOC di lebih dari 50 negara. Dengan tambahan CDC di Inggris dan AS, perusahaan akan memperkuat cakupan keamanan regional sekaligus memastikan kepatuhan pada regulasi privasi data dan AI di tiap wilayah.

Seluruh pusat terhubung dalam jaringan SecOps global NTT DATA dan memberikan pemantauan 24×7 melalui satu dasbor terpadu berbasis AI untuk deteksi, identifikasi, perlindungan, hingga pemulihan.

“Lanskap ancaman saat ini membutuhkan pertahanan yang adaptif dengan wawasan global serta keahlian lokal. Pusat-pusat ini memperkuat visi kami dalam membangun jaringan pertahanan siber global berbasis teknologi mutakhir dan talenta kelas dunia,” ujar Sheetal Mehta, Head of Cybersecurity, NTT DATA, Inc.

Baca Juga: Kenalan dengan LUNA, Agen AI Canggih Khusus Industri Asuransi

Dengan hadirnya enam pusat baru ini, NTT DATA menawarkan pertahanan siber berbasis AI generasi berikutnya untuk menghadapi pelaku kejahatan yang memanfaatkan AI; cakupan regional yang diperkuat intelijen global sehingga perusahaan dapat memenuhi regulasi privasi data lintas wilayah; ekosistem talenta yang lebih besar, menggabungkan otomatisasi cerdas dengan kapasitas lebih dari 800 analis; dan transformasi digital yang lebih aman dari edge hingga cloud.

Dengan infrastruktur global dan teknologi AI otonom terbaru, NTT DATA memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam membangun ketahanan digital untuk era ancaman siber berbasis AI yang semakin agresif.

Related posts

Agentic AI, Ancaman atau Masa Depan Bisnis?

Di Balik Optimisme Ekonomi, Ini Tiga Isu yang Paling Dikhawatirkan Warganet

95% Pemimpin Data Akui Tak Paham Cara AI Ambil Keputusan