Marketing.co.id – Berita Digital & Technology | Lazada memperkuat langkahnya sebagai mitra pertumbuhan brand di Indonesia dengan pendekatan baru yang menempatkan brand sebagai pusat inovasi platform modern.
Melalui strategi brand centric, Lazada menghadirkan teknologi berbasis AI, layanan operasional yang meningkat, serta dukungan pemasaran luas demi memaksimalkan potensi penjualan brand di ekosistem eCommerce.
Baca juga: 7 Kunci Menjangkau Pelanggan di Era Digital
CEO Lazada Indonesia, Carlos Barrera, menjelaskan bahwa strategi ini merupakan respons terhadap perubahan perilaku konsumen Indonesia yang semakin cermat dan lebih memilih produk autentik dari toko resmi.
“Strategi yang berpusat pada brand memungkinkan kami mengubah kapabilitas platform menjadi manfaat nyata bagi brand maupun konsumen. Ketika brand bertumbuh, konsumen pun merasakan peningkatan nilai, mulai dari harga yang lebih baik hingga pengalaman berbelanja yang lebih relevan,” ujarnya.
Pilar AI dan Dukungan Operasional Brand
Pembaruan AI digunakan untuk meningkatkan kemampuan penemuan produk, optimasi konten, serta otomatisasi operasional toko sehingga brand dapat tampil lebih efisien dan kompetitif.
Selain itu, Lazada juga memperkuat layanan pengiriman, instalasi produk berukuran besar, layanan pelanggan, hingga manfaat eksklusif keanggotaan Lazada Membership.
Commercial Director Lazada Indonesia, Nanang Ariswibowo, menegaskan bahwa dukungan Lazada tidak hanya ditujukan untuk brand besar.“Hampir semua brand bisa mendapatkan pendampingan dari account manager, termasuk UMKM. Yang kami prioritaskan adalah komitmen. Selama brand menunjukkan keseriusan dalam menjaga kualitas dan layanan, mereka berhak mendapatkan pendampingan,” jelasnya pada Kamis (27/11).
Ia menambahkan bahwa seller dapat mempelajari sistem secara mandiri melalui Seller Center yang telah dilengkapi materi pelatihan dan panduan pengembangan bisnis.
Pendekatan brand centric Lazada diwujudkan melalui optimalisasi kanal LazMall, festival belanja berskala besar, hingga dukungan pemasaran untuk meningkatkan eksposur brand.
Mengingat jumlah seller mencapai ratusan ribu, Lazada menetapkan sejumlah komitmen dasar bagi brand atau UMKM yang ingin memperoleh pendampingan intensif dari account manager.
Syarat tersebut meliputi:
- Memiliki kualitas produk yang baik dan konsisten, termasuk minim komplain dan standar produksi jelas.
- Memberikan layanan pelanggan yang responsif, menjawab pertanyaan dengan cepat dan ramah.
- Kecepatan pemrosesan pesanan, mulai dari pengemasan hingga pengiriman.
- Menjaga rating toko dan tingkat kepuasan pelanggan.
- Aktif mengikuti program, fitur, dan pelatihan yang disediakan Lazada, termasuk kampanye dan materi edukasi di Seller Center.
Dengan memenuhi komitmen ini, brand dapat memperoleh dukungan penuh dan kesempatan lebih besar untuk mengoptimalkan performa di platform.
Gramedia: Modernisasi Penjualan dan Jangkauan Pembaca Baru
Gramedia menjadi salah satu brand yang merasakan manfaat dari strategi Lazada yang berfokus pada brand. Penerbit dan toko buku legendaris Indonesia ini melihat LazMall sebagai kanal modern yang efektif memperluas jangkauan pasar, terutama dalam menjangkau generasi pembaca baru.
Corporate Support Director Gramedia, Yosef Adityo, menegaskan bahwa transformasi digital adalah langkah penting untuk mempertahankan minat baca di era dominasi konten hiburan digital.
“Menjaga literasi tetap hidup berarti kami harus hadir di medium yang digunakan pembaca. Lazada telah menjadi mitra strategis dalam membantu kami memodernisasi pendekatan penjualan dan memperkuat kehadiran Gramedia di LazMall,” ungkapnya.
Seiring implementasi strategi brand centric ini, Lazada juga tengah mempersiapkan festival belanja 12.12 yang akan memperluas peluang promosi bagi brand.
Lazada menegaskan komitmen membangun ekosistem eCommerce kuat di mana brand bertumbuh berkelanjutan dan konsumen menikmati pengalaman belanja yang semakin tepercaya.