Marketing.co.id – Berita Marketing | Bank DBS Indonesia memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan melalui peluncuran ‘Zustainable Ways Project’, sebuah inisiatif lingkungan terintegrasi yang menjadi bagian dari program keberlanjutan kartu kredit DBS Z Visa Platinum. Setelah dikenalkan pada September 2024, kartu ini kini tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga menjadi pendorong gerakan kolektif untuk menciptakan perubahan positif bagi lingkungan.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Bank DBS mengalokasikan 0,5% dari setiap transaksi ritel kartu DBS Z Visa Platinum periode 15 Oktober hingga 31 Desember 2024, untuk mendukung beragam inisiatif pemulihan ekosistem yang berada di bawah payung program ini.
Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Terpadu di Ciamis
Melalui kolaborasi dengan platform pengelolaan sampah digital Duitin, Bank DBS mengembangkan model pengelolaan sampah terpadu di Kabupaten Ciamis. Daerah ini dipilih karena memiliki budaya kolaborasi yang kuat, dukungan pemerintah yang aktif dalam pengelolaan sampah, serta jaringan bank sampah yang siap dikembangkan secara digital.
Dalam fase awal ini, Bank DBS dan Duitin membangun 1 bank sampah digital baru, mendigitalisasi 3 bank sampah eksisting, dan mendirikan 3 unit peternakan puyuh yang terintegrasi dalam pengelolaan sampah organik.
Model ini memanfaatkan budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau maggot untuk mengolah sampah organik menjadi pakan ternak. Pakan tersebut digunakan untuk mendukung peternakan puyuh, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Gerakan Nasional Pengelolaan Sampah dari Rumah
Dalam upaya memperluas partisipasi publik, Bank DBS Indonesia meluncurkan ‘Zustainable Ways Challenge’ untuk mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah dari rumah. Nasabah yang mendaur ulang minimal 5kg sampah dan bertransaksi senilai Rp3 juta per bulan berkesempatan mendapatkan voucher belanja bernilai jutaan rupiah.
Direktur PT Tjatra Yasa Indonesia (Duitin) Adijoyo Prakoso menekankan bahwa upaya ini merupakan bagian dari kampanye membangun kebiasaan baru yang bertanggung jawab. “Ini bukan sekadar #GerakanDaurUlang, tetapi langkah kolektif untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi bumi dan masa depan,” ujarnya.
Seluruh aktivitas pengelolaan sampah, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga penyaluran material daur ulang, terdata secara transparan melalui aplikasi Duitin. Sistem ini memungkinkan masyarakat melihat dampak kontribusinya secara langsung dan menjadi model ekonomi sirkular yang dapat direplikasi ke berbagai daerah.
Langkah ini sejalan dengan data KLHK yang mencatat adanya 20.587 bank sampah di Indonesia pada 2024, meningkat 20,2% dibanding tahun sebelumnya. Total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 138,61 ribu ton, dengan nilai ekonomi sebesar Rp10,1 miliar.
Aksi Pemulihan Ekosistem di Sungai Ciliwung dan Bekasi
Sebagai tahap awal realisasi pendanaan keberlanjutan, Bank DBS melaksanakan aksi bersih sungai Ciliwung pada 23 September 2024, dan sungai Bekasi pada21 Februari 2025. Dari dua kegiatan ini, Bank DBS berhasil mengumpulkan dan memilah lebih dari 300kg sampah, menanam lebih dari 60 pohon, serta melepas 2.000 benih ikan untuk memulihkan ekosistem perairan.
Kartu DBS Z Visa Platinum juga dibuat dari material plastik daur ulang yang mampu mengurangi limbah plastik hingga 3,18 gram dan menekan emisi karbon sebesar 7 gram per kartu. Inisiatif ini mempertegas pilar keberlanjutannya, yakni Responsible Banking dan Impact Beyond Banking.